Tazkiyatun Nafs

img-20161016-wa00021

Hadirilah!! ^^

Iklan

Muslimah Mulia: Menjaga Izzah dan Iffah Karena Allah

izzah-dan-iffah

Seorang muslimah, hendaknya memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga diri sebaik mungkin agar tidak membahayakan dirinya sendiri. Allah telah memerintahkan muslimah untuk menutup aurat secara sempurna dalam Al Qur’an sebagai berikut.

Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah sebagai perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

AL-Ahzab: 33, “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.”

An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Dengan adanya perintah Allah yang tegas di dalam Al Qur’an tersebut, maka muslimah tidak boleh menentang-Nya dan wajib untuk menaati-Nya. Allah menyuruh demikian tentu ada kebaikan di dalamnya. Segala sesuatu yang Allah larang tidak mungkin memiliki tujuan selain untuk kebaikan makhluknya. Terutama, teruntuk muslimah yang hampir seluruh tubuhnya adalah aurat.

Muslimah juga hendaknya banyak-banyak tinggal di rumah karena itu lebih baik baginya dan lebih berpahala. Tetapi, bukan berarti muslimah tidak boleh keluar rumah sama sekali. Jika ada suatu keperluan, seorang muslimah tetap boleh keluar rumah. Apabila urusan telah selesai, hendaknya segera bergegas pulang ke rumah. Muslimah juga harus memperhatikan syarat-syarat keluar rumah yaitu seperti menutup aurat, tidak bertabarruj, tidak menggunakan wangi-wangian yang mengundang syahwat, dan apabila berbicara kepada lawan jenis hendaknya tidak melemah lembutkan suaranya. Jika hal-hal tersebut terpenuhi, in syaa Allah muslimah akan terhindar dari kemudharatan.

Hal yang terpenting lainnya, hendaknya seorang muslimah tidak keluar rumah di malam hari apabila tidak ada sesuatu yang sangat mendesak. Sungguh, rumah-rumah mereka lah yang terbaik bagi mereka. Apabila muslimah keluar rumah, maka syaitan akan senang dan dengan berbagai macam cara, syaitan akan membuat muslimah terfitnah. Banyak kasus terjadi akibat kelalaian wanita muslimah yang tidak menutup auratnya. Misalnya kasus pemerkosaan, pelecehan, dan sampai juga pada pembunuhan yang diawali dengan muslimah yang tidak mau menjaga izzah dan iffahnya.

Izzah adalah kehormatan sebagai seorang muslimah, sedangkan iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka. Malu adalah sebagian dari iman dan malu adalah akhlak islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya perkataan yang diwarisi oleh orang-orang dari perkataan Nabi-Nabi terdahulu adalah, “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu” (HR Bukhari).

Namun jangan salah mengartikan kalimat berbuatlah sesukamu menjadi suatu anjuran ataupun perintah. Kalimat tersebut justru menunjukkan istidraj atau celaan bagi pelakunya karena telah menghilangkan rasa malunya sebagai seorang muslimah. Apabila melihat pada dalil yang ada di dalam Al Qur’an, hal ini sinkron dengan firman Allah yaitu “Perbuatlah apa yang kamu kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS Fushilat : 40).

Penting bagi muslimah untuk memiliki rasa malu karena dengan malu itulah muslimah lebih terjaga izzah dan iffahnya. Sungguh sudah berapa banyak di zaman sekarang yang sudah kehilangan rasa malunya. Berbuat dosa pun justru dipertontonkan, seolah tidak takut lagi akan dosa tersebut. Banyak dari mereka yang berbangga-bangga akan dosa. Misalnya mengumbar aurat kemana-mana. Padahal Allah itu maha Melihat, tidak ada yang meleset sedikitpun dari pandangan Allah. Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Kalau tidak dibalas di dunia, berarti tinggal menunggu saja di akhirat nanti. Khawatirlah apabila dibalas di akhirat, karena hukuman di sana jauh lebih pedih dari pada di dunia.

Kalau kita melihat lagi contoh terbaik dari para shahabiyah di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka sangat menjaga izzah dan iffahnya. Mereka keluar seperti burung gagak, artinya mereka berpakaian serba hitam. Mereka tidak berhias/ bertabarruj di luar rumah. Mereka betul-betul tunduk pada perintah Allah.

Mirisnya, dengan kemajuan teknologi saat ini, para muslimah justru ikut terjerumus dalam budaya ingin tampil di khalayak umum. Berpakaian dengan seadanya, mempertontonkan aurat kemana-mana sehingga kini sulit bagi kaum adam untuk menundukkan pandangannya. Di mana-mana para wanita sendiri yang seolah ingin menunjukkan aurat mereka. Bila ini terus terjadi, ditakutkan, anak cucu nanti juga akan mewarisi kebiasaan ini. Apabila orang tuanya tidak berjilbab, maka bisa jadi anaknya dan keturunan selanjutnya pun akan susah untuk menggunakan jilbab. Walaupun tidak sepenuhnya seperti itu.

Tidak mengherankan, umat islam saat ini sedang terpuruk dalam segi moral dikarenakan terpengaruh oleh budaya barat yang berasaskan kebebasan. Namun, sejatinya kebebasan yang mereka contohkan adalah kebebasan manusia yang melanggar hukum Allah. Saat ini, banyak muslimah yang berlomba-lomba tampil cantik di depan khalayak umum demi mendapatkan popularitas atau sekedar mendapatkan pujian.

Para muslimah masa kini kebanyakan sibuk mempercantik fisiknya hingga lupa mempercantik hati, ibadah, dan akhlaknya. Banyak muslimah yang juga terpengaruh budaya barat sehingga mereka tak lagi memperhatikan adab-adab, dan juga syariat islam yang sudah Allah atur.

Muslimah yang telah tergerak hatinya untuk berjilbab biasanya memang karena sudah diberikan hidayah oleh Allah. Tetapi, sebetulnya hidayah sudah sering datang menghampiri, namun kadangkala para muslimah menggampangkannya dengan alasan ingin memperbaiki hati terlebih dahulu. Padahal, hati dan jilbab adalah dua hal yang berbeda. Jangan menunggu hati baik dulu baru berjilbab. Karena sejatinya, manusia adalah makhluk yang seringkali berbuat salah. Tidak mungkin manusia berbuat baik 100 persen. Pasti ada salahnya, sehingga tidak mungkin kalau menunggu baik dulu. Maka dari itu, berjilbab dulu, lalu berusaha jadi baik.

Dengan berjilbab, justru akan membuat muslimah lebih menjaga dirinya. Ketika melakukan kesalahan, dan ingat bahwa dirinya berjilbab, maka jilbab tersebut akan mengingatkan dirinya kembali bahwa Ia adalah muslimah yang harus taat kepada Allah sehingga ia kembali ke jalan yang benar. Hidayah itu dicari dan dikejar. Hidayah Allah itu pasti datang kepada hamba-hambanya, hanya saja seringkali hamba-hambanya tidak peka terhadap hidayah Allah tersebut, sehingga melupakannya begitu saja.

Seorang muslimah harus pandai menjaga diri, terutama apabila berhadapan dengan lawan jenis. Hendaknya tidak bermudah-mudahan dalam bergaul dengan lawan jenis. Semua itu dilakukkan semata-mata demi keselamatan muslimah itu sendiri dan agar muslimah tidak merugi.

Menjaga izzah dan iffah tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Sangat disayangkan sekali apabila di dunia nyata menjaga izzah dan iffah tetapi di dunia maya tidak. Foto-foto pribadi yang menampakkan kecantikan masih berseliweran di media sosial sehingga leluasa dilihat oleh orang banyak. Sesungguhnya, dunia maya juga tak jauh bahaya dari dunia nyata. Justru dunia maya lebih berbahaya lagi karena adanya kebebasan pengguna media sosial dalam mengakses.

Pada dasarnya, apa-apa yang sudah diposting di dunia maya adalah sudah menjadi hak milik publik, maka dari itu berhati-hatilah dalam memosting di media sosial. Semoga kita semua bisa sama-sama belajar menjadi muslimah mulia yang pandai menjaga izzah dan iffahnya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Azza wa Jalla. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Oleh : K.A. Zahra

Referensi

https://sitirahayusiray.wordpress.com/2014/01/10/kenapa-izzah-dan-iffah-seorang-muslimah-harus-dijaga/

https://qurandansunnah.wordpress.com/2009/05/16/wanita-itu-aurat-maka-bila-ia-keluar-rumah-syaitan-menyambutnya/

https://almanhaj.or.id/4113-wanita-adalah-aurat.html

http://www.kabarmakkah.com/2016/03/pesan-nabi-jika-kau-tidak-malu.html

http://salafy.or.id/blog/2013/05/06/jika-engkau-tidak-malu-berbuatlah-sekehendakmu/

https://almanhaj.or.id/3441-malu-adalah-akhlak-islam.html

https://www.islampos.com/resep-jitu-menjaga-kehormatan-muslimah-96940/

http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman

http://kalam.ukm.upi.edu/para-wanita-anshar-wanita-gagak-yang-dipuji-allah-dan-rasul-nya/

Sebesar Itukah Kebencianmu Kepada Kami?

sebesar itukah kebencianmu padaaku

Diselisih oleh kelompok yang memiliki pemahaman yang jauh berbeda sampai-sampai penampilan pun terlihat berbeda, maka wajar-wajar saja. Tapi, lihatlah dirimu dan diriku, penampilan kita sama, ilmu yang kita pelajari sama, buku yang kita kaji pun sama, kita ibarat saudara kembar, namun mengapa kebencian itu paling besar kau tujukan padaku saudaramu?

Continue reading →

Cahaya Senja (Dimanakah Kalian Wahai Pemuda?)

cahaya senja

Kulitnya putih dan berwajah cantik. Dia satu dari sekian banyak muslimah yang datang untuk melakukan tes membaca Al-Qur’an untuk keperluan program tahfidz liburan yang kami adakan di hari ahad pekan lalu. Kedatangan awalnya ke masjid kampus UGM bukanlah untuk hal itu melainkan mengikuti kajian rutin ahad pagi. Namun karena melihat muslimah lain sedang mengantri untuk tes, melihat muslimah yang lainnya bersemangat membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka hatinya pun ikut terpanggil.

Continue reading →

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TAHFIDZ QUR’AN SPESIAL LIBURAN GELOMBANG II 1437H/2016M

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan juga kepada keluarga dan shahabat beliau, dan orang-orang yang menempuh jalan hidup mereka dengan baik hingga hari akhir. Wa ba’du.
Berikut ini adalah daftar peserta yang lolos seleksi.

Continue reading →

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TAHFIDZ QUR’AN SPESIAL LIBURAN GEL. I 1437H/2016M

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, dan juga kepada keluarga dan shahabat beliau, dan orang-orang yang menempuh jalan hidup mereka dengan baik hingga hari akhir. Wa ba’du.
Berikut ini adalah daftar peserta yang lolos seleksi dan diterima sebagai peserta Tahfidz Qur’an Spesial Liburan Gelombang 1.

Continue reading →

%d blogger menyukai ini: